Jumat, 30 Oktober 2009

Adventure Season Tim Fepping Celebes

Tebing Bambapuang
&
Tebing Lopi-Lopi
Sul-Sel

Keberangkatan Adventure Season tim Fepping Celebes dimulai dengan berdoa sebelum keberangkatan. Tim beranggotakan 3 orang yang terdiri dari Irwan CJ, Wili LB dan Yusuf CJ ditambah seorang pendamping yaitu ka Budi (LB). Perjalanan di mulai dari kampus Widyatama menuju..... st. Kiaracondong dengan menggunakan angkot. Tim melanjutkan perjalanan dari st. Kiaracondong menuju st. Gubeng dengan menggunakan kereta api ekonomi seharga Rp. 39.000 menuju Surabaya. Setiba di st. gubeng tim di jemput oleh kak Badung (wanala) sejenak di mapala Wanala untuk mempersaipkan perjalanan esok harinya. Sekitar jam 24.00 WIB tim meluncur dari Surabaya menuju Sulawesi Selatan (kapal: Rp 214.000/org). Dalam perjalanan ke tempat tujuan terpampang lautan biru yang sangat luas, bukti bahwa Indonesia kaya akan potensi alamnya. Setiba di Sulawesi Selatan tim di jemput oleh anak Korpala dan menginap beberapa hari di sana untuk mengurus perijinan di daerah setempat, setelah itu tim melanjutkan perjalan ke lokasi kegiatan di daerah Bambapuang. Sekitar jam 16.00 sore tim sampai di lokasi. Tim langsung melakukan sosped kewarga sekitar untuk mencari informasi seputar pantangan dan larangan di daerah sana. Berikut ulasan kegiatan Tim di tebing Bambapuang dan Tebing Lopi-Lopi :

Pemanjatan Artificial (222 m)
Pemanjatan Artificial dilakukan di Tebing Bambapuang. Tebing Bambapuang terletak di daerah Dusun Kotu, Desa Bambapuang. Tebing Bambapuang termasuk tebing yang rawan akan bebatuan yang jatuh. Dalam sehari batu rapuh yang jatuh tanpa di panjat bisa mencapai lebih dari 8 batu bahkan lebih, kaki – kaki bambapuang dipenuhi dengan bebatuan yang runtuh dan menumpuk, sehingga sulit untuk menuju titik start pemanjatan. Tebing Bambapuang dipenuhi dengan tumbuhan lalang dan pohon yang tidak terlalu besar, sehingga membuat tebing Bambapuang mudah untuk terbakar, tidak jarang pula tebing bambapuang terbakar. Tiga hal larangan untuk pemanjatan di tebing Bambapuang, pertama ketika sedang manjat melihat asap segeralah turun, kedua hari jumat dilarang untuk melakukan pemanjatan, ketiga ketika hujan carilah tempat yang aman atau segera turun disebabkan banyak batuan yang jatuh ketika hujan.

Tim melakukan dengan 3 hari pemanjatan pada hari rabu, kamis dan sabtu. Teknik pemanjatan yang tim gunakan pemanjatan himalayan. Hari pertama pemanjatan dengan leader wili dan cleaner yusuf, alat yang digunakan untuk pembuatan pengaman terdiri dari piton, friendcoke, sisip, webbing, carabiner screw dan carabiner snap pemanjatan hari pertama mencapai 1 pitch dengan ketinggian 57,6 m dari titik start pemanjatan. Alat yang digunakan untuk pengaman pitch yang digunakan webbing 2, carabiner screw 5, sling webbing 5, friendchoke 1, sisip 2. tim menguraikan kernmantel berukuran 150 m, tim turun dengan sistem rapelling dengan mengurai kernmantel 150 m dengan menggunakan alat descender. Pemanjatan hari kedua dengan leader yusuf dan cleaner irwan, pemanjatan dimulai dengan jummering menuju titik terakhir pemanjatan hari pertama. Lalu dilanjutkan dengan pemanjatan Artificial, pemanjatan hari kedua mencapai 3 pitch dengan ketinggian 154,4 m dari titik start pemanjatan. Alat yang digunakan untuk pembuatan pengaman terdiri dari friendcoke, piton, webbing, sisip, carabiner screw dan carabiner snap. Alat yang digunakan sebagai pengaman pitch piton 4, webbing (pengaman alam berupa lubang tembus), friendcoke. Tim turun menguraikan kernmantel 150 m dan disambung dengan menggunakan kernmantel 50 m, dengan menggunakan alat descender. Pada pemanjatan hari ketiga leader irwan dan cleaner wili, namun karena wili berhalangan untuk melakukan pemanjatan karena diare, posisi wili sebagai cleaner digantikan oleh yusuf. Pemanjatan dimulai dengan Jummering hingga titik akhir pemanjatan hari kedua. Pemanjatan hari ketiga tepatnya hari sabtu, alat yang digunakan untuk pembuatan pengaman terdiri dari piton, friendcoke, webbing, carabiner snap dan sisip. Pada hari ketiga tim mencapai ketinggian 222,8 m dengan total 6 pitch. Alat yang ditinggal telah di clean. Sewaktu turun, cleaner turun terlebih dahulu dengan cara rapelling dengan menggunakan alat descender lalu diikuti dengan leader turun dengan cara simpul lepas, hingga menuju titik start pemanjatan.

Pembuatan jalur sport
Tebing lopi – lopi memanjang dan berada di tengah – tengah persawahan warga sekitar. Tebing yang di panjat tepat berada di dekat sumber air yang selalu di gunakan warga. Batuan tebing Lopi – lopi merupakan batuan karst. Di dinding tebing terdapat banyak pepohonan yang tumbuh. Bentuk batuan tebing banyak menyerupai bagian dalam gua, yang berbentuk glambir sapi.
Tim melakukan Pembuatan jalur sport ditebing Lopi-lopi. Sebelum membuat jalur sport, tim menentukan titik yang akan dijadikan tempat penanaman hanger. Sebelum penanaman hanger irwan memanjat dengan menggunakan jalur sport di sebelah kiri jalur, dilanjutkan dengan penanaman hanger sebagai tambatan untuk pembuatan jalur jummering untuk mempermudah pembuatan jalur sport. Pembuatan jalur sport dimulai dari tengah dengan hanger ke empat sampai dengan henger ke enam, hanger ke empat dijadikan tambatan untuk jalur jummering agar mempermudah penanaman hanger ke dua dan hanger ketiga, dilanjutkan dengan penanaman hanger pertama dan diteruskan dengan penanaman hanger ke tujuh.

Pemanjatan jalur sport
Pemanjatan jalur sport awalnya tim berencana untuk melakukan pemanjatan dan pembuatan jalur sport di tebing Bambapuang, namun karena ada kendala, tim memutuskan dalam pemanjatan dan pembuatan jalur sport mengalihkan dari tebing Bambapuang menuju tebing Lopi-lopi. Jarak jalur sport yang tim panjat tidak telalu dekat dengan jalur yang tim buat. Pertama dimulai dari yusuf dengan memasang runner sebanyak 6 runner dan dibelay oleh wili tepat di sisi runner ke tiga terdapat gundukan tebing yang berupa payung. Untuk pemanjatan kedua wili melakukan pemanjatan di belay oleh irwan, lalu dilanjutkan dengan irwan. Untuk pemanjatan jalur sport yang kedua tepat disebelah kanan jalur yang dipanjat akan dibuat jalur sport, pemanjatan dimulai oleh irwan dengan pemasangan 6 runner di belay oleh yusuf, lalu dilanjutkan dengan wili dan dibelay oleh yusuf dan diakhiri oleh yusuf dan dibelay oleh wili.

Sulawesi Selatan adalah sebuah negri yang kaya akan alamnya, jika datang kesana tak henti hentinya kita melihat pemandangan yang sangat memikau di pulau ini, pulau yang kaya dengan budaya dan alamnya.

Yusuf, Cadas Jenggala

Baca Selengkapnya...

Try out Tim Fepping Celebes

TEBING PARANG
(Try Out to Bambapuang)

Pada tangal 24 juni 2009 jam 16.00WIB sore bertempat didaerah kabupaten purwakarta ,jawa barat lebih tepatnya di kampung cihuni desa sukamulya, TEBING PARANG tim tiba di sana dengan selamat ,tim yang berangotakan 3 orang ( wili LB, Irwan CJ, dan Ucup CJ) dan satu orang pendamping (Adi Kuya TP) tiba di sana dengan menaiki angkot (mobil kijang) yang biasa di pakai penduduk setempat sebagai alat transportasi untuk berhubungan dengan daerah lain . Setelah tiba disana tim melakukan misi pertama yaitu Sosped dengan penduduk setempat, menurut informasi yang kami dapat di sana terdapat 5 RW dan 17 RT dengan jumlah penduduk kurang lebih 1000 jiwa dan mayoritas penduduk di sana berkerja sebagai petani ,pengembala ,dan pekerja proyek . Rata-rata usia penduduk di sana antara umur 40 tahun ke atas karena anak muda di sana lebih senang berkerja keluar desa. Setelah berbincang-bincang dengan warga disana tim akhirnya memutuskan untuk melanjutkan perjalanan akan tetapi karna ada halangan sehingga tim memutuskan untuk menginap di rumah warga karena menurut warga di sana batuan ditebing parang itu sudah banyak yg lapuk jadi untuk menjaga keamanan kami tidak jadi membuat basecamp di sana.

Kesokan harinya setelah bagun dan makan tim siap melakukan pemanjatan Artifisial dengan berjalan kaki kira- kira 15 menit untuk sampai di bawah tebing dan setelah sampai di sana tim berjumpa dengan pemanjat lain sehinga tim harus berbagi jalur dengan mereka di karena akan di mulai dengan ketingian 500 mdpl kami siap melakukan pemanjatan memakai jalur sebelah kiri di tower 3. Menurut tim jalur yg kami daki lumayan sulit karena di sana susah untuk mencari pengaman semua pengaman jauh berjarak 5 meteran. Ditebing Parang sulit untuk mencari pengaman maka banyak pemanjat yang memasang hanger sebagai pengaman dan untuk mencari pegangan tidak semudah yg kita bayangkan karena di sana kebanyakan slab dan kemiringan tebing kurang lebih 800 jadi kami harus merayap untuk mencari pengaman , untuk hari pertama pemanjatan tim mencapai ketingian 580 mdpl dengan membuat 3 pitch.


Tim mulai bangun jam 06.30 wili and ucup mempersiapkan logistic sedangkan irwan masak. Pukul 08.00 tim mulai berangkat menuju tebing dan yang menjadi leader wili, ucup sebagai cleaner sedangkan acil mendirikan flyset, masak air and jaga tali. Di tengah pemanjatan wili tidak punya cukup keberanian untuk menjadi leader sehingga di ambil keputusan ucup sebagai leader and wili cleaner. Hari ini cuma bertambah satu tambatan dan mulai turun jam empat dengan ketinggian 611 mdpl tapi pada waktu turun terjadi insiden Tali Caramantel yang di bawa wili kebelit sehingga pada hari itu terjadi keterlambatan waktu turun, wili and ucup sampai ke bawah jam sebelas malam sehingga kami sampai ke bescamp jam 12 malam.

Hari keempat tim mulai bangun seperti yang telah di breafingin jam 06.30 dan seperti biasa tim mulai berangkat jam 08.00 menuju tebing. Mulai pemanjatan jam 10.00 yang menjadi leader acil and wili cleaner, ucup mendirikan flysit mask air and jaga tali di bawah. Pukul 14.00 wib kami mulai turun dengan ketinggian 652 mdpl. Sesampainya dibawah kami memulai pemanjatan jalur sport hingga pukul 18.00 wib yang kemudian dilanjutin dengan istirahat.

Esok harinya kami pun memulai perjalanan menuju kampus. Beres sudah kegiatan try out pemanjatan kita dengan melakukan pemanjatan Artifisial setinggi ± 150 m dan pemanjatan jalur sport. Semoga hasil try out ini dapat membawa kami ke Tebing Bambapuang, Enrekang-Sulsel. I’m comeback sekre...................

Willy Lembah Bintang

Baca Selengkapnya...

Selasa, 27 Oktober 2009

BERITA ACARA
Tanggap Bencana
Gempa Bumi Sumatera Barat

Pada tanggal 5-8 Oktober 2009 kami selaku UKM BRAMATALA-UTAMA bekerja sama dengan KM UTAMA mengadakan penggalangan dana di areal kampus Univ. Widyatama dan kami juga membuka sumbangan melalui Rek. BCA di 1090719374 a.n. Puspita Sari Gustania. Sumbangan yang terkumpul adalah sebagai berikut:
1. 5 Oktober 2009 : Rp 3.114.600.-
2. 6 Oktober 2009 : Rp 2.321.100.-
3. 7 Oktober 2009 : Rp 2.715.700.-
4. 8 Oktober 2009 : Rp 1.198.900.-
Total Dana yang terkumpul adalah sebesar
Rp 9.350.300,-.
Dana tersebut kami salurkan ke Posko Bencana Gempa Bumi Sumatera Barat yaitu kepada Posko Relawan Pecinta Alam Se-Indonesia (PID Sumatera Barat) pada tanggal 16 Oktober 2009.

Demikian laporan ini kami buat dengan sebenar-benarnya dan kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah menyumbangkan rizkinya untuk saudara-saudara kita yang terkena bencana gempa bumi di Sumatera Barat.

Cintya R.M.R./LB-082505-B
Bid. Pengabdian Lingkungan & Masyarakat
BRAMATALA-UTAMA

Baca Selengkapnya...

Senin, 26 Oktober 2009

PENERIMAAN ANGGOTA BARU



Baca Selengkapnya...

Rabu, 21 Oktober 2009

OPEN HOUSE XVII

Baca Selengkapnya...